Master Of Civil Engineering

Teknik Sipil dan Perencanaan UII

You are here: Home
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
PELATIHAN AHLI MUDA MANAJEMEN KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG DI KOTA YOGYAKARTA, D. I. YOGYAKARTA
Written by Administrator   
Tuesday, 22 December 2015

Sample Image

Program Pascasarjana Magister Teknik Sipil  FTSP UII bekerjasama dengan Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah II Surabaya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (INTAKINDO), dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) DIY untuk mengadakan “Pelatihan Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung di Kota Yogyakarta, D. I. Yogyakarta”. Acara ini berlangsung selama 5 (lima) hari mulai dari tanggal 14 s.d. 18 Desember 2015 yang diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari berbagai latar belakang, antara lain konsultan perencana, konsultas pengawas, kontraktor, dan beberapa mahasiswa Program Pascasarjana Magister Teknik Sipil UII.

Sejak hari pertama, para peserta Sample Imagepelatihan mendapatkan pembekalan oleh para instruktur yang berpengalaman dan berkompeten, guna mendapatkan pemahaman yang komprehensif kaitannya dengan kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki sebagai seorang Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung. Untuk memantapkan pemahaman para peserta, ujian harian diadakan terkait dengan materi yang diperoleh pada sore harinya. Ujian tersebut penting sebagai suatu bentuk evaluasi dan memaksimalkan knowledge transfer process. Pada hari terakhir pelatihan, diadakan uji kompetensi oleh pihak Assessors untuk memperoleh Sertifikasi Keahlian (SKA) yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) DIY.

PSample Imageroses pelatihan berlangsung dengan cukup baik. Penyampaian yang menarik dari setiap instruktur, anthusiasme yang baik dari setiap peserta, dan kesigapan panitia untuk meng-cover permasalahan-permasalahan yang terjadi selama proses pelatihan berlangsung, menjadikan acara yang memakan waktu, tenaga, dan pikiran ini bermanfaat untuk setiap elemen dan stakeholders yang terlibat.

Last Updated ( Tuesday, 22 December 2015 )
 
Workshop Kurikulum Evaluasi dan Re-Orientasi Kompetensi pada Konsentrasi Manajemen Konstruksi (MK)
Written by Administrator   
Thursday, 19 November 2015

Sample ImageSenin, 16 November 2015, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan memaksimalkan kompetensi mahasiswa, Program Pascasarjana Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Workshop Kurikulum Evaluasi dan Re-Orientasi Kompetensi pada Konsentrasi Manajemen Konstruksi. Workshop ini diisi oleh tiga panelis, yaitu Akhmad Suradji, Ph.D, M Agung Wibowo, Ph.D dan Dr. Purnomo Soekirno, serta dihadiri oleh para dosen Konsentrasi Manajemen Konstruksi.  

Akhmad Suradji, yang menjadi pembicara pertama menyampaikan bahwa Manajemen Konstruksi memiliki definisi yang sangat luas, sehingga perlu difokuskan ke titik tertentu. Titik fokus yang dimaksudkan tentunya disesuaikan dengan ciri Konsentrasi Manajemen Konstruksi dan mahasiswanya sendiri, maka dari itu identifikasi terhadap mahasiswa dipandang perlu. Kemudian Akhmad menuturkan fokus yang mestinya dicapai pada setiap semesternya, bahwa semester pertama difokuskan pada pengetahuan dasar atas teori dan metodologi dalam manajemen konstruksi, semester kedua dititik beratkan pada kecakapan untuk menguasi teknik/tools dalam manajemen konstruksi, semester ketiga fokus pada simulasi praktik dan sikap kerja dalam manajemen konstruksi. Semester keempat fokus pada penyelesaian tesis.

Ia juga menambahkan kompetensi-kompetensi yang penting untuk dikuasai seperti; leadership, public-private partnership, safety management, financial claim. Pembuatan struktur kurikulum yang mengkaitkan antar subject/matakuliah dalam program ini, dan nama matakuliah yang unik, spesifik dan menarik, misalnya Project Appraisal and Analysis merupakan hal-hal yang juga perlu dilakukan. Adapun re-orientasi mungkin dapat terkendala oleh pengajar, maka dari itu harus tetap diadakan pengawasan dan evaluasi.

Selanjutnya Agung Wibowo, pembicara kedua menyampaikan akan perlunya identifikasi resources internal yang dimiliki PMTS FTSP UII, kemudian dikembangkan dengan kerjasama dengan institusi di dalam maupun di luar UII. Kapasitas internal bisa diatasi dengan resource sharing dan credit transfer system. Ia juga berpendapat bahwa perlu untuk mengadakan workshop/kursus, in-house training turunan yang dapat mendukung misalnya drafting kontrak, pengadaan dan lain-lain. Juga diperlukan adanya road map penelitian: hukum, ekonomi, kebencanaan, untuk dasar menciptakan pasar. Adapun matakuliah keislaman merupakan nilai tambah yang harus tetap ada.

Ia menambahkan bahwa meskipun pendidikan tidak boleh dibisniskan, tetapi mengelola pendidikan harus dilakukan dengan cara bisnis. Maksudnya adalah bahwa tujuan pendidikan harus tercapai tetapi tidak boleh mengabaikan keuntungan finasial yang nantinya berfungsi untuk meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri. Hal ini mungkin, mengingat luasnya pasar untuk konsentrasi ini. Untuk itu, kapasitas internal dan daya juang harus dihidupkan, dan pada akhirnya perubahan tetap membutuhkan ketahanan.

Kemudian Purnomo Soekirno, sebagai pembicara ketiga pada kesempatan ini mengemukakan tiga hal penting terkait dengan tema di atas, yaitu kondisi mahasiswa, perkembangan di lapangan, dan sistem pendidikan. Mengetahui kondisi yang dialami mahasiswa, termasuk latar belakang pendidikan, pekerjaan, hingga daerah asal adalah hal yang penting. Kaitannya dengan hal itu, memberikan tugas pengantar untuk melakukan survey terhadap kondisi yang mereka alami bisa menjadi salah satu solusi. Setelah itu dapat diketahui dengan baik kompetensi apa saja yang mereka perlukan untuk menunjang karir/pekerjaan yang dijalani. Selain itu diperlukan adanya kelengkapan informasi dunia konstruksi kaitannya dengan perkembangan yang terjadi di lapangan. Sebagai contoh, industri konstruksi berkembang menjadi manajemen bisnis konstruksi, manajemen proyek konstruksi berkembang menjadi manajemen proyek dan  operasi/pemeliharaan, mutu tidak hanya produk, tetapi juga proses dan pelayanan, dan lain-lain. Hal terakhir adalah diperlukannya sistem pendidikan yang baik. Terdapat banyak hal yang perlu diperhatikan mengenai hal ini seperti; penanaman sikap untuk terus belajar seumur hidup, pendidikan yang meliputi proses dan hasil pendidikan, terdapat kurikulum dan metode pembelajaran yang sesuai, dan tercapainya aspek kompetensi: ilmu, terampil, bersikap profesional, serta  sikap mementingkan kepentingan publik. Adapun reorientasi secara umum meliputi aspek teknologi, bisnis, mutu, lingkungan, dan hukum.

Last Updated ( Friday, 20 November 2015 )
 
Penjelasan Akademik & Workshop tentang Penyelesaian Tesis
Written by Administrator   
Thursday, 17 September 2015

Sample ImageSebagai Program yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, pada 12 September 2015 Program Magister Teknik Sipil FTSP UII mengadakan dua kegiatan penting untuk mewujudkan kelancaran perkuliahan bagi semua mahasiswa barunya.

Pertama, Penjelasan Akademik Mahasiswa Baru TA 2015/2016. Dalam kegiatan ini, Kutua  dan Sekretaris Program Magister Pascasarjana Teknik Sipil FTSP UII, Prof. Ir. Sarwidi, MSCE., Ph. D., IP-U. dan Ir. Tuti Sumarningsih, MT menjelaskan kepada mahasiswa konsentrasi Manajemen Konstruksi (MK), Manajemen Rekayasa Kegempaan (MRK), dan Perencanaan dan Teknik Transportasi (PPT) kaitannya dengan hal-hal yang perlu diperhatikan selama menempuh kehidupan akademik di PMTS FTSP UII. Sample Image

Kedua, Workshop tentang Penyelesaian Tesis. Prof. Widodo, MSCE., Ph. D. menjadi pemateri dalam acara ini. Di dalamnya Ia menyampaikan tentang bagaimana dan mengapa tesis harus diselesaikan tepat pada waktunya.

Dua kegiatan di atas memberi gambaran kepada setiap mahasiswa baru tentang apa yang harus diperhatikan, direncanakan dan dilakukan selama menempuh pendidikan pascasarjana.

Last Updated ( Sunday, 04 October 2015 )
 
Kuliah Umum Mahasiswa Baru TA 2015/2016
Written by Administrator   
Thursday, 17 September 2015

Sample ImageSabtu 12 September 2015, Program Pascasarjana Teknik Sipil FTSP UII mengadakan kuliah umum untuk Mahasiswa Baru TA 2015/2016. Acara ini dihadiri oleh 46 mahasiswa dari Konsentrasi Manajemen Konstruksi, Manajemen Rekayasa Kegempaan, Dan Perencanaan Dan Teknik Transportasi. Ir. Akhmad Suraji, MT., Ph.D sebagai pemateri pada studium generale ini menbawakan topik tentang “Pentingnya Investasi Pendidikan di Bidang Teknik Sipil dalam Kesiapan Menghadapi Integrasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Sebuah Peluang Dan Tantangan.

Dalam prosesnya, Akhmad Suradji yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) wilayah DIY mengistruksikan semua mahasiswa untuk menuliskan pendapat mereka kaitannya dengan point baik-buruk dunia keteknik sipilan. Tulisan tersebut ditujukan untuk mengetahui pemahaman mereka secara umum tentang dunia teknik sipil yang nantinya akan dibahas pada penghujung acara.

Dengan semangat dan antusiasmenya, Akhmad memberikan pemahaman kepada seluruh mahasiswa baru bahwa langkah yang sedang mereka ambil sudah benar. Pendidikan yang sedang ditempuah merupakan suatu bentuk investasi yang baik guna menghadapi integrasi masyarakat ekonomi ASEAN khususnya dan zaman yang terus berkembang umumnya. Dengan adanya situasi yang semakin sulit, sikap yang terbaik yang mungkin ditunjukkan adalah sikap optimis, dengan menganggap bahwa setiap kondisi tersebut tidak lain hanya merupakan peluang dan tantangan. Dikatakan “peluang” bahwa seyogyanya setiap mahasiswa senang dan cekatan menghadapi situasi yang ada, dan “tantangan” adalah untuk selalu berupaya mengembangkan diri.

Sample ImagePada penghujung acara, tulisan-tulisan yang pada awal acara dikumpulkan, telah dikompilasi dan ditampilkan dalam bentuk slides untuk kemuduian dibahas. Beraneka ragam tentunya pendapat-pendapat yang dikemukakan pada slides tersebut, sesuai dengan masalah yang terjadi dan harapan yang diinginkan oleh setiap mahasiswa terkait dengan dunia keteknik sipilan khususnya di Indonesia. Salah satu tanggapan yang paling menarik adalah bahwa dunia keteknik sipilan di Indonesia masih sarat akan korupsi, kolusi dan nepotisme. Jawaban yang menarik pula dari Akhmad Suradji kaitannya dengan hal itu adalah karena tidak munculnya “wisdom” dari setiap pelaku. Bahwa wisdom itu akan muncul dari proses pencarian informasi, sekumpulan informasi akan membentuk data, sekumpulan data akan menciptakan knowledge (pengetahuan) dan kumpulan pengetahuan yang dimiliki akan memunculkan wisdom (kebijaksanaan). Jawaban ini kembali menguatkan posisi setiap mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan guna tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memunculkan wisdom untuk memperbaiki kondisi Indonesia khususnya dalam dunia keteknik-sipilan.

Last Updated ( Sunday, 20 September 2015 )
 
Seminar Mahasiswa Program Pascasarjana Magister Teknik Sipil FTSP UII Bersama Taruna AKMIL
Written by Administrator   
Thursday, 17 September 2015

Sample ImageMagelang, 5 September 2015. Mahasiswa Program Pascasarjana bersama mahasiswa S1 Teknik sipil FTSP UII mengikuti Seminar Prodi Teknik Sipil Pertahanan yang diadakan oleh Akademi Militer (Akmil) dengan tema “Solusi Pembangunan Infrastruktur Dalam Menghadapi Bencana Alam” seminar ini juga diikuti oleh Taruna Akmil Magelang, mahasiswa S1 Universitas Tidar Magelan dan mahasiswa S1 Universitas Muhammadiyah Magelang. Prof. Widodo, MSCE., Ph. D. yang juga merupakan Guru Besar FTSP UII dalam kesempatan kali ini “ditunjuk” sebagai pemateri.

Seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada seluruh mahasiswa dari prodi Teknik Sipil Pertahanan terkait dengan pembangunan infrastruktur yang baik Sample Imagesebagai suatu solusi dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu bisa datang. Ini merupakan langkah preventif yang maksudnya bukanlah meniadakan bencana, karena datangnya bencana merupakan hal yang niscaya. Akan tetapi untuk meminimalisir dampak yang mungkin ditimbulkan dari adanya bencana, sehingga kerugian masyarakat maupun Negara yang mungkin terjadi dapat ditekan hingga titik terendah.

Mewujudkan Pembangunan infrastruktur yang baik seperti pengadaan air bersih, pembangunan jalan, kereta api, kanal, waduk, tanggul, dan pengelolahan limbah serta hal-hal lainnya memang bukanlah hal mudah dan membutuhkan biaya yang besar, akan tetapi itu semua adalah hal-hal yang perlu dan harus dilakukan mengingat dampak positif yang dihasilkan, dan dampak negatif yang mungkin mengarah pada bencana. 

Last Updated ( Thursday, 17 September 2015 )
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 10 of 12